Selasa, 30 November 2010

PROMOSI KESEHATAN PADA IBU HAMIL

BAB I
PENDAHULUAN
p

Pengertian kehamilan

Kehamilan adalah proses pembuahan ovum oleh sperma sehingga terjadi rangakaian peristiwa yang baru/gestasi sampai fetus aterm. Sebagian besar wanita menyambut kehamilan itu dengan gembira, tetapi adakalanya disertai kecemasan dan kesedihan. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisik dan psikologis yang dialami ibu sehingga timbul berbagai masalah.

Adapun berbagai masalah yang dihadapi ibu hamil, antara lain:
1. Sering buang air kecil (BAK)
2. Mual-muntah (morning sickness)
3. Mengidam
4. Kejang kaki
5. Infeksi saluran kemih
6. Anemia atau kurang darah
7. Kejang perut bagian bawah
8. Pusing
9. Sakit punggung
10. Varises

Untuk menghindari masalah-masalah tersebut, ibu harus melakukan pemeriksaan ANC sebanyak minimal 4 kali. Selain itu ibu harus mencari informasi tentang perkembangan kehamilan serta memenuhi nutrisi yang cukup melalui promosi kesehatan.


PROMOSI KESEHATAN TERHADAP IBU HAMIL

Lingkup promosi kesehatan terhadap ibu hamil meliputi lingkup fisik dan psikologis. Lingkup fisik meliputi gizi, oksigen, personal hygiene, pakaian, eliminasi, sexual, mobilisasi, body mekanik, exercise/senam hamil, istirahat, imunisasi, traveling, persiapan laktasi, ersiapan persalinan dan kelahiran, kesejahteraan janin, ketidaknyamanan, pendidikan kesehatan dan pekerjaan. Lingkup psikologis meliputi Support keluarga, support tenaga kesehatan, rasa aman dan nyaman, persiapan menjadi orang tua, dan persiapan sibling.

Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian besar kaum wanita menganggap bahwa kehamilan adalah peristiwa kodrati yang harus dilalui tetapi sebagian lagi menganggap sebagai peristiwa khusus yang sangat menentuka kehidupan selanjutnya. Bahkan sebagian ibu hamil merasa cemas, panik yang bisa berujung pada depresi berat.

DUKUNGAN PSIKOLOGIS PENTING
Dukungan psikologis dan perhatian akan memberi dampak terhadap pola kehidupan sosial (keharmonisan, penghargaan, pengorbanan, kasih sayang dan empati) pada wanita hamil dan aspek teknis, dapat mengurangi aspek sumber daya (tenaga ahli, cara penyelesaian persalinan normal, akselerasi, kendali nyeri dan asuhan kebidanan). Hal-hal tersebut dapat dilakukan oleh suami bersama keluarga ibu atau bidan sebagai tenaga kesehatan melalui promosi kesehatan.
Pada ibu yang primipara, kehamilan merupakan suatu pengalaman yang baru. Sehingga ibu tersebut memerlukan suatu informasi yang berhubungan dengan kehamilannya. Bagi petugas kesehatan berkewajiban menyampaikan informasi-informasi yang diperlukan oleh ibu. Sehingga ibu dapat memahami keadaaannya dan dapat melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kehamilannya.

BAB II
ISI

Promosi kesehatan pada ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi ibu hamil agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Diharapkan penyuluhan dan informasi dari bidan bisa setiap ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan tenang. Serta siap menghadapi persalinan.


Hal-hal yang perlu dipromosikan pada ibu hamil adalah sebagai berikut :
A.

KEBUTUHAN NUTRISI IBU HAMIL
Selama kehamilan ibu membutuhkan tambahan asupan makanan untuk pertumbuhan janin dan pertahanan dirinya sendiri. Sebagai tenaga kesehatan sebaiknya melakukan upaya untuk mempromosikan tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut.

Tambahan gizi yang diperlukan ibu hamil adalah :
Protein : dari 6 gr/hari menjadi 10 gr/hari
Energi / kalori : yang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak
Vitamin : sebagai pengatur dan pelindung
Penambahan tersebut diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, persiapan persalinan dan untuk melakukan aktivitas. Penambahan ini pada trimester pertama belum diperlukan, tetapi pada trimester dua dan tiga dibutuhkan penambahan nutrisi karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin yang cepat.

3 Jenis makanan yang penting setiap hari dikonsumsi ibu hamil :
Zat besi :: Untuk mencegah anemia sehingga tidak akan terjadi BBLR, perdarahan,dll
Kalsium : Untuk pertumbuhan tulang
Yodium : Untuk mencegah pembesaran kelenjar gondok pada ibu, perkembangan lambat sehingga akan terjadi retardasi mental, cebol.
B







ISTIRAHAT
Istirahat bagi ibu hamil untuk meringankan urat syaraf atau mengurangi aktivitas otot.
Kegunaan istirahat adalah :
Untuk melepaskan lelah
Memberikan kesempatan pada tubuh untuk membentuk kegiatan baru
Menambah kesegaran untuk melakukan pekerjaan

Relaksasi tubuh yang sempurna mengatasi ketegangan fisik dan psikis selama hamil terutama pada saat melahirkan.
cara penyegaran tubuh yang sehat yaitu : pertama angkat tangan, kemudian turunkan, sekali lagi angkat kemudian tarik nafas dan hembuskan, lakukan dengan santai.

Cara tidur yang nyaman
Pertama-tama ibu hamil duduk perlahan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Kemudian sedikit miringkan badan ke kanan, tangan kiri menyilang ikut menopang tubuh ibu perlahan-lahan, kemudian ibu hamil bisa tidur dengan telentang.
Begitu juga saat bangun, terlebih dahulu miringkan tubuh ke kanan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Bangunlah perlahan-lahan dan kemudian ibu hamil bisa duduk kembali. Kalau perut ibu semakin besar akan sulit untuk tidur dengan posisi telentang maupun sebaliknya. Untuk itu ibu merasa tidur dengan posisi miring ke kiri.
C.


KEBUTUHAN PAKAIAN
Ibu hamil sebaiknya mengenakan pakaian yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
Nyaman : pakaian sebaiknya tidak ada penekanan-penekanan pada bagian tertentu sehingga ibu tidak dapat bebas bergerak
Longgar : bukan berarti pakai baju yang terlalu besar, tapi yang dapat bergerak bebas
Tidak tebal : pakaian tebal akan menimbulkan rasa panas dan keluarnya keringat sehingga tidak bebas bergerak

Menarik : enak dipandang mata
Menyerap keringat : karena pada ibu hamil banyak keringat, maka dianjurkan memakai pakaian yang menyerap keringat. Disini ditekankan pada bahan dasarnya.

IMUNISASI
Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus.
Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian )
Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah :
• TT 1 selama kunjungan antenatal I
TT 2 → 4 minggu setelah TT 1
• TT 3 → 6 minggu setelah TT 2
• TT 4 → 1 tahun setelah TT 3
• TT 5 → 1 tahun setelah TT 4

Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.
E.


SENAM HAMIL
Senam hamil bukan merupakan keharusan, namun dengan melakukan senam hamil akan memberikan banyak manfaat dalam membantu kelancaran proses persalinan, antara lain dapat melatih cara mengedan yang benar. Kesiapan ini merupakan bakal bagi calon ibu pada saat persalinan.




Tujuan senam hamil adalah :
 Memberikan dorongan serta melatih jasmani dan rohani ibu secara bertahap agar ibu dapat menghadapi persalinan dengan tenang, sehingga proses persalinan dapat berjalan lancar dan mudah
 Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis
 Melonggarkan persendian yang berhubungan dengan proses persalinan

Manfaat senam hamil secara teratur :
• - Memperbaiki sirkulasi darah
• - Mengurangi pembengkakan
• - Memperbaiki keseimbangan otot
• - Mengurangi kram / kejang pada kaki
• - Menguatkan otot-otot perut
• - Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan

Syarat-syarat mengikuti senam hamil :
• Pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter / bidan
• Lakukan latihan setelah kehamilan 22 minggu
• Lakukan latihan secara teratur dan disiplin

KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal :
• 1x kunjungan selama Trimester I (sebelum 14 mg)
• 1x knujungan selama Trimester II (antara mg 14-28)
• 2x kunjungan selama Trimester III (antara mg 28-36 dan sesuda mg 36)
Pada setiap kali kunjungan antenatal tersebut, perlu didapatkan informasai yang sangat penting. Tabel di bawah ini memberikan garis-garis besarnya :

Kunjugan Waktu Informasi Penting
TM I Sebelum mg ke-14 Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dengan ibu hamil
Mendeteksi masalah dan menanganinya
Melakukan tindakan pencegahan spt tetanus neonaturum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan
Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi
Mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan dan sebagainya)
TM II Sebelum mg ke-28 Sama seperti di atas ditambah kewaspadaan khusus mangenai preeklamsia (tanya ibu tentang gejala-gejala preeklamsia, pantau tekanan darah, evaluasi oedema periksa untuk mengetahui proteinuria)
TM III Antara mg ke 28-36 Sama seperti di atas ditambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda
TM III Setelah mg ke-36 Sama seperti di atas, ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di Rumah Sakit


TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN MUDA
1. Perdarahan Pervaginam
 Abortus
 Kehamilan Mola
Patologi : sebagian dari vili berubah menjadi gelembung-gelembung berisi cairan jernih
Tanda dan gejala :
• -Perdarahan sedang banyak
• -Serviks terbuka
• -Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan
• -Hyperemesis lebih lama
• -Kram perut bagian bawah
• -Tidak ada tanda-tanda adanya janin
• -Keluar jaringan seperti anggur
Penanganan :Segera dikeluarkan karena bernahaya.

Kehamilan Ektopik
→ kehamilan dimana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh diluar endometrium kavum uteri
Gejala : amenorhoe, nyeri perut, perdarahan pervaginam sedikit, syok karena hypovolemia, nyeru palpasi dan nyeri pada toucher, tumor dalam rongga panggul, gangguan kencing, Hb menurun.

Hyperemesis Gravidarum
→mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil
a.
Penanganan : rawat jalan dengan diet sering ngemil, minum vitamin B6, tinggi karbohidrat rendah lemak.

b
. Nyeri Perut Bagian Bawah
→ Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang
Diagnosis nyeri perut bagian bawah :
a. Kista ovarium
Apendisitis : radang umbai cacing usus buntu
Sintitis : disuria, sering berkemih, nyeri perut
d. Pielonefritis : infeksi akut saluran kemih dengan gejala disuria, demam tinggi, sering berkemih, nyeri perut
e. Peritronitis : radang selaput perut dalam rongga panggul, dengan gejala demam, nyeri perut bawah, bising usus negatif
f. Kehamilan ektopik : tandanya nyeri perut, ada perdarahan sedikit, serviks tertutup, uterus sedikit besar dan lunak
TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI IBU DAN JANIN PADA KEHAMILAN
LANJUT
 Perdarahan Pervaginam
Pada TM III perdarahan disebabkan oleh :
a. Placenta Previa
menutupi sebagian / seluruh pembukaan jalan lahir.
Penyebabnya :
keadaan endometrium kurang baik, terdapat pada MP, Myoma Uteri, Curretase berulang-ulang
. Solusio Placenta
→ Terlepasnya placenta sebelum waktunya dengan implantasi pada kehamilan TM III
Etiologi :
Hypertensi, tali pusat pendek, trauma, tekanan rahim membesar pada vena cava inferior, hydramnion gemelli, MP, usia lanjut, defisiensi asam folat.
 2. Sakit Kepala yang hebat, Penglihatan Kabur, Bengkak pada Wajah & Tangan
• diagnosa: Hypertensi, pre-eklampsia dan eklampsia
 3. Keluarnya Cairan Pervaginam
a. KPD
→ Pecahnya ketuban sebelum inpartu bila pembukaan pada PP <>
Etiologi :
Belum jelas sehingga preventif tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu menganjurkan ibu menjaga kebersihannya terutama bagi perineum
 Gerak Janin tidak Terasa
→ Ibu tidak merasakan lagi gerakan janin pada usia kehamilan 22 minggu atau selama persalinan.
a.
 Nyeri Perut yang Hebat
→ Ibu mengeluh nyeri perut pada kehamilan . 22 minggu
a. Ruptura uteri
PERSIAPAN PERSALINAN DAN KELAHIRAN BAYI
Persiapan persalinan yaitu rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarga dan bidan

Komponen rencana persalinan :
 Membuat rencana persalinan
berupa tempat bersalin, tenaga kesehatan yang terlatih, bagaimana berhubungan dengan tenaga kesehatan, yransportasi, teman dalam persalinan, serta biaya untuk persalina
 2. Rencana pembuat keputusan
disini dibicarakan siapa yang bertindak sebagai pengambil keputusan
 3. Mempersiapkan sistem transpor
dimana tempat bersalin, cara menjangkau tingkat asuhan lebih lanjut, fasilitas kesehatan untuk merujuk, mendapatkan dana, dan persiapan donor darah
 4. Membuat rencana atau pola menabung
anjurkan keluarga menabung, sehingga jika diperlukan dapat diambil langsung, bidan bekerjasama dengan masyarakat dan tokoh masyarakat
 5. Mempersiapkan barang-barang untuk persalinan
berupa pakaian ibu dan pakaian bayi

Menyiapkan Kelahiran (Trimester III)
Ibu perlu diberikan pendidikan bagaimana perilaku yang benar selama persalinan.

Persiapan terbaik untuk melahirkan menurut Laderman, 1984 adalah :
• menyadari kenyaaan secara sehat tentang nyeri
• menyeimbangkan resiko dengan rasa senang
• keinginan tentang hadiah akhir berupa bayi
J.


























PERSIAPAN LAKTASI
Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi
yang perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah :
 Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan
 Sebaliknya ibu hamil masuk dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”
 Penyuluhan (audio-visual) tentang :
• - Keunggulan ASI dan kerugian susu botol
• -Manfaat rawat gabung
• -Perawatan bayi
• -Gizi ibu hamil dan menyusui
• -Keluarga berencana,dll
 Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan menyusui
 Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil

Langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah :
Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya, menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninnya. Bila ada masalah, petugas kesehatan akan menolong dengan senang hati









BAB III
KESIMPULAN


Penambahan nutrisi pada ibu hamil diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, persiapan persalinan dan untuk melakukan aktifitas
Ibu hamil membutuhkan istirahat yang cukup untuk relaksasi tubuhnya dalam mengatasi ketegangan fisik dan psikis selama hamil.
Dalam hal berpakaian ibu memerlukan pakaian yang membuat ibu nyaman.
Ibu hamil memerlukan imunisasi TT untuk menurunkan infeksi tetanus bagi ibu dan janinnya.
Ibu dianjurkan mengikuti kegiatan senam hamil untuk membantu mempelancar proses persalinan.
Kunjungan kahamilan dilakukan mi nimal 4 kali selama kehamilan.
Ibu harus mengetahui tanda-tanda bahaya bagi ibu dan janin baik pada kehamilan muda maupun dalam kehamilan lanjut, seperti perdarahan pervaginam, oedema, nyeriperut yang hebat, dll.
7.Pesiapan persalinan dan kelahiran bayi harus direncanaklan oleh ibu selama kehamilannya.
ASI merupakan makanan utama bagi bayi, oleh karena itu ibu harus mempersiapkannya selama kehamilan baik dalam hal perawatan maupun kualitas nutrisi pembentukan ASI.


5.
3.
6.

9.
Ibu hamil harus mendapatk



DAFTAR PUSTAKA



• http://www.promosi kesehatan.com
Blog oleh Eny Retna Ambarwati. LINGKUP PROMOSI KESEHATAN dalam Praktek Kebidanan menurut sasarannya.
Diakses pada tgl.31 oktober 2010 pukul 14.00 WIB

• http://www.lingkup promkes.co.id
Blog oleh Saifuddin. Lingkup Promosi Kesehatan Pada Ibu Hamil.Tahun 2009.

Diakses pada tgl 31 oktober 2010 pukul 10.00 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar